BANYAK desainer yang melahirkan karya busana muslim dengan berbagai model, namun tak semua wanita merasa cocok menggunakannya. Salah satunya adalah Tuty Adib Ajiputra. Perempuan yang mengenakan busana muslim sejak tahun 1988 ini, semula merasa kesulitan mendapatkan busana muslim yang elegan, anggun dan stylish untuk menghadiri pesta. Dari situlah kemudian lahir idenya untuk membuat sendiri busana muslim. Hasilnya, kini Tuty memiliki emopat rumah mode berbendera Bilqis di Solo dan Jakarta, dan akan menyusul di Palembang dan Palangkaraya. .
Perempuan asal Solo, Jawa Tengah ini, sekarang telah dikenal hingga kawasan Asia Tenggara terkait dengan rumah mode muslim Bilqis yang dirintisnya sejak delapan tahun lalu. Menandakan karya busananya juga sering digunakan artis nasional hingga diva negeri jiran, Siti Nurhaliza.
Sebenarnya, Tuty pernah tergiur bisnis peternakan, hingga sempat meraih titel di bidang itu, namun karena menuruni bakat ibundanya yang terbiasa bikin baju sendiri, maka ia pun malah keasyikkan jadi desainer.
Ada alasan yang membuatnya lebih menekuni dunia mode dengan serius, terutama produk busana muslim. “Semua berawal dengan kepentingan berpakaian. Bahan-bahannya harus nyaman, menawan, manis dengan kreasi tersendiri. Sentuhannya pun beda dengan perlakuan handmade, serta hiasan bermanik-manik,” kata Tuti.
Selain itu, desain harus mengikuti kebutuhan tren, tetapi tetap dengan ketentuan yang diharuskan bagi busana muslim, yaitu mengikuti syariah,..
Dipilihnya nama Bilqis sebagai rumah mode miliknya, terkait dengan keimanan sebagai muslimah. Nama rumah mode miliknya itu terinspirasi dari Ratu Bilqis, istri Nabi Sulaiman yang cantik, adil dan kaya raya. Rumah mode Bilqis, yang juga meyediakan baju kebaya, resmi berdiri pada Oktober tahun 2000 di Jalan Perintis Kemerdekaan, Solo, Jawa Tengah.
Kalau kemudian terlihat karya busana muslim juga layak menjadi daya tarik di pesta-pesta, ini mungkin menjadi bagian jasa Tuti. Memang, diakuinya, ide pertama kali ingin memproduksi busana muslim lantaran ia sempat kesulitan mendapatkannya buat padanan menghadiri pesta. Namun, akhirnya kini segala yang elegan dan modis mampu diciptakan Tuti untuk desain busana muslim. Salut!
Kesan spesial pada busana rancangan Bilqis, terutama dihasilkan dari garis desain yang feminin dan klasik.
Saat meresmikan gerainya di Pasaraya Grande, Blok M, Bilqis mengeluarkan tema pergelaran busana “Romantic Glamour” dengan materi kain sutra sifon, organdi, sutra batik dan sutra baku. Banyak permainan warna yang ditawarkannya meliputi putih, cokelat, ungu, hitam, hijau dan merah beserta variasi nuansa yang lunak hingga kontras. Jenis busananya juga ragam, berupa pilihan gaun panjang, tunik, serta celana panjang yang berpaduan rok.
Detail asimetris, hiasan jumbai-jumbai, taburan manik-manik ikut menyemarakkan suasana pergelaran busana siang hari itu. Beberapa koleksi busana pria juga ikut dihadirkan untuk melengkapi kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1429 H. (Asi)







