Tarian Onclang Kidang dari Jawa Timur meraih juara pertama dalam Festival Tarian Anak Nusantara 2008 di Istana Anak TMII, Minggu.
Tarian tentang kelincahan dan kekompakan kijang dalam habitatnya yang selalu berkelompok mencari makan, bercanda dan adu ketangkasan, dinyatakan sebagai penampilan terbaik oleh dewan pengamat, Ertis Yulia Manikam dari TMII, Sri Minarjo (Depbudpar), dan Koko Sudarmaji (Swargaloka Art Department).
Ketua Umum Swargaloka Art Department, Suryandoro, yang juga pemrakarsa festival mengatakan, lomba ini bertujuan mendorong pertumbuhan seni tari tradisional khusus untuk anak-anak.
“Tarian selama ini kebanyakan bertema pergaulan dan percintaan orang dewasa. Minim sekali tarian yang khusus diciptakan untuk anak-anak dengan tema cinta lingkungan,” katanya.
Sehubungan itu, Swargaloka Art Department sebagai perhimpunan alumnus sekolah seni berharap kegiatan festival ini menjadi agenda tahunan, yang dapat memacu para pencipta seni tari untuk berkarya, menciptakan tarian-tarian baru terutama yang bertema puspa dan satwa.
“Dari kegiatan ini, anak-anak juga diperkenalkan dan diajak untuk menyukai seni tari daerah,” katanya.
Festival Tarian Anak Nusantara tahun ini merupakan yang perama kali diselenggarakan, dan diikuti 15 kelompok, masing-masing mewakili satu propinsi di Tanah Air,
Selain Jawa Timur, kelompok tari peserta berasal dar Jawa Barat dengan judul tarian Kepak Sayap Parahyangan, Jawa Tengah (Merak Subal), DKI Jakarta (Sang Kodok), DI Yogyakarta (Kumbang), Bali (Manuk Rawa), NTB (Maju Ra Peo), Nanggroe Aceh Darusalam (Muesare-sare).
Selanjutnya, Kalimantan Timur (Enggang), Lampung (Gajah Minung), SUMUT (Dampol Si Buruk), SUMBAR (Alang Babega), Riau (Kletah Rame-Rame), Sulawesi Tengah (Mopuputi Cangke), Sulawesi Utara (Burung Pisok).
Suryandoro mengatakan, festival tahun ini belum diikuti perwakilan dari seluruh provinsi karena keterbatasan waktu persiapan yang hanya 1,5 bulan. “Kami berharap tahun depan semua provinsi dapat mengirimkan wakilnya. (Nis)
Berita lainnya:







