Categorized | Musik

SHINOBI: BUKAN SEMBARANG NINJA

Posted on 28 November 2008

Ini asli barudak Bandung. Kota kembang ini memang tak pernah sepi dari kreatifitas. Dalam dunia musik pun demikian. Coba simak kisah anak-anak yang menamakan diri mereka ’Shinobi’.
Seperti Nidji, Shinobi yang terdiri dari Dzal (vokal), Bayu (gitar) Wynn (gitar), Ryo (bas) dan Kits (drum), mencoba meraih sukses lewat nama dalam bahsa Jepang. Dalam bahasa Jepang, Shinobi berarti kumpulan para Ninja kecil.

Seperti para Ninja yang berjuang di ”bawah tanah”, Shinobi pun konon ingin berjuang di industri musik tanah air, tapi tak mau lewat jalur bawah tanah. Mereka ingin muncul dalam industri musik di bawah bendera Nagaswara.

Lumayan singkat mereka membentuk band ini, tepatnya 1 Januari 2006, dengan konsep modern band pun sekaligus modern sound. Setiap komposisi lagu mereka di balut dengan suara string section, synthesizer, sequencer hingga suara distorsi meraung dalam balutan sweet rock.

Cukup menarik karena dalam sound modern ini, Shinobi masih menggunakan metode klasik dalam lirik lagunya, yakni menawarkan tema cinta. Yaa… cinta lagi. “Cinta selalu dialami setiap orang. Namun cinta yang kita usung diangkat dari sebuah kejujuran. Dimana, terkadang orang lain juga pernah merasakannya,” terang Bayu, gitaris nan kasep ini.

Dengarkan saja single hits mereka, ’Tak Ada Yang Lain’, sebuah kisah cinta dalam balutan musik pop dengan basic beat yang kerap digunakan hampir semua band pop yang kini tengah meraih popularitas di negeri ini.

Tak berlebihan jika Shinobi kita sebut sebagai band yang ingin mengulangi suksesnya band-band pendahulu mereka. Sebuah pilihan bermata dua; bisa menguntungkan, bisa pula merugikan. Tentu saja mereka berharap masuk pada alternatif pertama meraih perhatian dari masyarakat pendengar musik yang di dominasi kaum perempuan, yang nota bene sangat menyukai tema cinta.

Lagu lain, ’Andai Saja’, ’Pesta Dansa’ dan ’Sobat’, bisa disebut sebagai bentuk karakteristik dari Shinobi. Kekentalan modern rock mewarnai seluruh aransemennya, yang melibatkan Ricky ’Five Minutes’ sebagai music director-nya.

Menggandeng Ricky adalah upaya tambahan dalam merebut hati penikmat musik di tanah air. Meski sesungguhnya, kekuatan utamanya adalah bukan sekadar siapa dibalik sebuah karya lagu, tapi sekuat apa materi lagu itu bisa menggelitik kuping penikmat musik di tanah air yang sulit ditebak seleranya. Bahkan tak ada satupun teori yang membuktikan sebuah lagu bisa sukses? (BP/Nis)

Share

Berita lainnya:

Leave a Reply

*

Advertise Here

Dari Redaksi: Karena dia Poppy Gicella

TRIPLE double u dot selebonfire dot com hadir dengan tampilan baru. Pastinya lebih seru dan nge-jrenk 'cause harus menggambarkan dirinya sebagai pusat info tentang kaum selebriti, tidak peduli mereka berkecimpung di dunia musik, film or sinetron, model, fashion dan sebagainya. Continue Reading


Gallery

poppy5a poppy3a poppy12a poppy7a poppy-dark-galleryt poppy10a



Advertise Here