Banyak orang mengatakan cinta dan kasih sayang tak dapat diukur atau dijelaskan dengan kata-kata. Tetapi cinta bisa diceritakan lewat lukisan, paling tidak seperti dibuat sejumlah perupa dari beberapa kota dalam negeri dan dua kota asingi, yang kini sedang menggelar pameran bersama di House Gallery, Jl. Widya Chandra Raya 39, Jakarta Pusat.
"Karya-karya yang dipamerkan di sini bercerita tentang kasih, persahabatan dan keluarga," kata Bonny Limantoro dari House Gallery, pada acara pembukaan pameran berjudul Surat Cinta di Bulan ke Duabelas.
Lewat lukisan-lukisan ini, menurutnya, semua orang diajak untuk melihat ke dalam diri dan mengeluarkan dari dalam diri hal-hal yang sifatnya personal dan akrab.
Pameran itu sendiri menampilkan karya-karya Ahadiat Joedawinata dari Bandung, Amalia Sigit, Ary Dananjaya, Entang Wiharso, Hardiman Radjab, Kusmei Santo, Keng Sien, Tatang Ramadhan Bouqie, Tato Kastareja, Yani M. Sastranegara (Jakarta).
Endro Rumono, Hanafi (Depok), Caroline Rika Winata, Kartika Affandi, Pramono Pinunggul, Saftari, Teguh S. Priyono, Wahyu Santosa (Jogja), Hansen Thian Sun (Ubud), I. Ketut Susena (Jumbrana), Made Wianta (Denpasar). Firman Djamil (Makassar).
Selain itu, juga ikut pameran Ito Joyoatmojo dari Zurich, Swiss, dan Ian Sheng Hui dari Beijing.
Lukisan yang dipamerkan kebanyakan berobyek manusia, patung atau manekuin, dan dalam rupa disain komputer.
Pameran lukisan Surat Cinta di Bulan ke Duabelas merupakan kegiatan akhir tahun House Galerry, dan diharapkan dapat menggairahkan kerja seni rupa Indonesia. (Nis)
Berita lainnya:







