Categorized | Musik

Tayangkan Dangdut Never Die Bukti TPI Makin Indonesia

Posted on 12 February 2009

DANGDUT Never Die, itu judul program musik dangdut yang pernah ditayangkan TPI beberapa waktu lalu. Dangdut Never Die yang menampilkan Ridho Rhoma bersama Sonet 2, Rhoma Irama dan Soneta, Rita Sugiarto, Elvi Sukaesih, Ikke Nurjanah, dan penyanyi jebolan KDI, serta dihadiri para musisi dan penyanyi dangdut anggota PAMMI, menambah panjang program musik dangdut di TPI. Dan itu makin membuktikan kalau TPI sebagai stasiun televisi swasta nasional yang makin Indonesia.


Sesuai dengan mottonya: "Makin Indonesia Makin Asik Aja," TPI memang sangat peduli dengan  budaya Tanah Air. Dan, musik dangdut adalah bagian dari akar budaya itu. Lewat program-program yang disuguhkannya, TPI jelas terlihat sebagai stasiun televisi swasta nasional yang bukan hanya mempertahankan musik dangdut sebagai akar budaya bangsa tetapi juga mengangkat musik dangdut dari keterpurukan.

Lihat saja, begitu banyak program berbau dangdut yang ditayangkan TPI. Tak hanya lewat program musik, melainkan juga dalam program film — seperti secara berkala menayangkan film-film musikal Rhoma Irama, film-film yang dibintangi A. Rafiq, Elvi Sukaesih dan yang lainnya — serta sinetron musikal.

Untuk program musik, bukan hanya Dangdut Never Die, tetapi juga dalam program Musik Asyik yang menampilkan aksi panggung Rhoma Irama, penyanyi-penyanyi KDI serta penyanyi dangdut lain. Dalam event-event khusus, seperti Malam Tahun Baru, HUT TPI,  dan lainnya, musik dangdut tak pernah ditinggalkan. Begitu pun di program Grebek Pasar.

Bukti lain kalau TPI begitu peduli pada musik asli Tanah Air, yaitu dangdut, adalah dengan membesut program ajang pencarian bakat penyanyi dangdut bertitle Kontes Dangdut TPI atau yang lebih dikenal dengan sebutan KDI. Dari program ini telah lahir penyanyi dangdut-penyanyi dangdut muda berbakat, yang akhirnya berhasil merebut popularitas, juga mengangkat perekeonomian keluarga mereka tentunya.

Para jebolan KDI, seperti Siti KDI, Gita KDI, Aan KDI, Maya KDI, dan puluhan finalis KDI lainnya, yang dulu tidak dikenal masyarakat kini dipuja banyak orang. Album yang mereka rilis laris manis, job show pun nyaris tiada henti mereka terima. Apalagi, TPI tak hanya memberi job mereka tampl sebagai penyanyi dalam program musik, juga mengikutsertakan mereka untuk berakting di sinetron yang ditayangkan TPI. Maka, mereka yang dulu bukan siapa-siapa, kini punya pamor.

Dan, upaya TPI mencari penyanyi dangdut baru melalui ajang KDI tak berhenti sampai tahun ke lima, kini TPI pun tengah bersiap-siap menggelar KDI 6. Itu artinya, akan bertambah lagi penyanyi dangdut berbakat di Indonesia.

Tak hanya sebatas KDI, TPI juga memberi kesempatan para penyanyi dangdut berbakat yang tak bisa ikut di ajang KDI untuk  ambil bagian lewat program lain, yakni Dangdut Mania Dadakan. Dari program ini lahir pula penyanyi dangdut-penyanyi dangdut yang potensial.

Begitu banyaknya program dangdut yang ditayangkan TPI, maka musik dangdut tak pernah mati. Apalagi TPI tak hanya menayangkan program musik dangdut di saat musik dangdut sedang naik pamor, bahkan ketika musik dangdut terpuruk, TPI terus-menerus menayangkannya.

Sementara televisi swasta nasional lain hanya ‘getol’ menayangkan program musik dangdut di saat musik dangdut sedang berjaya. Karena para pengelola stasiun televise swasta lain itu hanya berpatokan pada bisnis semata. Saat musik dangdut sedang jadi raja, maka itu yang mereka jual. Begitu dangdut terpuruk, mereka pun ikut meninggalkannya. Mereka seperti tak memiliki rasa tanggung jawab akan keberlangsungan dan kehidupan musik dangdut. Karena yang penting buat mereka adalah mendapatkan keuntungan semata.

Jelas berbeda dengan TPI. Karena TPI memiliki tanggung jawab moral akan keberlangsungan dan kehidupan musik asli Indonesia itu. Karena jasa TPI tersebut, musik dangdut yang selama beberapa tahun belakangan ini terpuruk, sedikit demi sedikit kembali naik. Bahkan, RBT atau nada sambung pribadi lagu dangdut yang dulu nyaris tak pernah di-down load pemilik handphone, kini RBT lagu dangdut mulai banyak di-down load. Bukti yang paling nyata adalah lagu ‘Menunggu’ yang dinyanyikan Ridho Rhoma, RBT-nya berhasil mengalahkan RBT lagu-lagu pop dari band atau penyanyi pop yang sedang terkenal. Begitu pun lagu ‘Menunggu’ versi Rhoma Irama laris-manis di-down load.

Maka, dengan kata lain, selama masih ada TPI, musik dangdut tak akan pernah mati. Ya, TPI memang Makin Indonesia, Makin Asik Aja. (anggara)

Share

Berita lainnya:

Leave a Reply

*

Advertise Here

Dari Redaksi: Karena dia Poppy Gicella

TRIPLE double u dot selebonfire dot com hadir dengan tampilan baru. Pastinya lebih seru dan nge-jrenk 'cause harus menggambarkan dirinya sebagai pusat info tentang kaum selebriti, tidak peduli mereka berkecimpung di dunia musik, film or sinetron, model, fashion dan sebagainya. Continue Reading


Gallery

poppy8a poppy11a poppy3a poppya force-2003-poppy_0 poppy2a



Advertise Here