Kebupaten Buton Utara memboyong tidak kurang dari 50 pelaku seni dari daerahnya untuk mengikuti Festival Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah."Kami bawa 50 orang dari Buton Utara," kata Dra. Hj.Muntarty Ridwan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Utara, kepada wartawan, usai jumpa pers Festival Indonesia di Restoran Caping Gunung, TMI, Jakarta, Rabu.
Kabupaten Buton Utara terbentuk tahun 2007, setelah pemekaran Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Muntarty, isteri Bupati Buton Utara, mengatakan bahwa keikutsertaan kabupaten itu dalam kegiatan seni budaya di TMII ini merupakan yang pertama kali.
"Kedepan, kami berharap dapat mengkoordinasikannya dengan pemerintah provinsi agar semua kabupaten dan kota di Sultra mendapatkan jatah minimal satu kali dalam setahun secara bergiliran," katanya.
Sebelumnya, dalam jumpa pers, direktur operasi TMII, Ade F. Meyliala mengatakan, pihaknya berharap 400 kabupaten di seluruh Tanah Air dapat berpartisipasi aktif mengisi acara agar situs pariwisata budaya nasional tersebut semakin hidup dalam kiprahnya.
Untuk memeriahkan Festival Nasional tahun ini, yang akan berlangsung selama sepekan, 18-26 April, kontingen Buton Utara akan mengikuti sejumlah acara, di antaranya Pameran Produk Unggulan Daerah, Dekranasda (barang kerajinan tangan), Malam Citra Budaya, dan festival kuliner "Icip-Icip".
Barang kerajinan tangan yang disiapkan antara lain Nentu dan Anyaman Bambu.
"Kalau untuk festival kuliner, kami akan menghidangkan aneka makanan khas seperti lepet, makanan laut seperti kepiting bakau, udang galah dan masakan ikan, juga sayur umbut kelapa dan umbut rotan," kata Munarty.
Dalam acara Malam Citra Budaya, akan ditampilkan antara lain Tarian Yonda, ritual yang biasa dilakukan pada setiap Malam Takbiran.
"Dalam tarian itu para penari bergandengan tangan membentuk lingkaran sambil menyanyi, dan di tengah lingkaran ada sejumlah pesilat memperlihatkan kemahirannya dalam ilmu bela diri kuno," katanya.
Kontingen Buton Utara juga menyiapkan kesenian Kompania, arak-arakan pengantin tradisional, untuk ditampilkan dalam karnaval budaya.
"Saya berharap semua kegiatan ini dapat menjadi alat promosi yang ampuh demi perkembangan Buton Utara sebagai kabupate3n baru," kata Muntarty. (Nis)







