PAMOR band The Magic makin mengkilap seiring sering tampilnya di program musik dilayar kaca, seperti In-Box, Play List, Hip Hip Hura (SCTV), Klik dan Untung Ada Budi (antv), Dering (Trans TV) dan lainnya.
Dan, Selasa (20/10) lalu, The Magic tampil live di program Musik Aja yang ditayangkan Sun TV bersama 14 TV lokal lainnya.
Show dari panggung ke panggung pun nyaris tanpa henti. Usai show di lima kota di Jawa Tengah, awal November nanti band yang digawangi oleh Gie (vocal), Aghi (gitar), Lutfhi (keyboard), Fahmi (bas) dan C-Mon (drum) ini menggelar show di 8 kota, yaitu Yogyakarta, Madiun, Solo, Jember, Malang, Surabaya, Banyuwangi, dan Bali.
Kesuksesan The Magic merebut perhatian penikmat musik, bisa jadi karena keunikannya. Dalam seiap penampilannya, band yang dimotori produser Achmad Subkhi dari label Satu Suara Production ini selalu menyelingi penampilannya dengan aksi sulap.
“Konsep memadukan musik dengan sulap memang tidak ada pada band lain. Dan semua personel bisa sulap, ini yang membuat The Magic jadi unik,” kata Ahmad Subkhi.
Show The Magic di berbagai daerah selalu mendapat sambutan heboh. Permainan sulap yang dilakukan di tengah bermain musik menjadi hiburan tersendiri. Berbagai trick dimainkan. Misalnya, sang vokalis yang sedang menyanyi melayang-layang di udara, atau para penonton yang diberikan kain sarung kemudian diajak menari, ketika kain sarung ditarik kontan saja celana dalam mereka terlepas.
“Masih banyak aksi sulap lainnya yang bisa membuat penonton tercengang. Dengan aksi ini, penonton bukan hanya mendengarkan musik tetapi mendapat hiburan lain, itu yang membuat penonton selalu antusias menyaksikan show The Magic,” papar Achmad yang mengaku menguasai 122 trik sulap.
Band yang baru saja merilis album ‘Nantikan Aku’ dengan single hits Sabtu Ceria ini, mengusung warna musik pop alternative. “Penjualan CD album Nantikan Aku cukup bagus, begitu juga dengan RBT-nya. Saya berharap album ini bisa diterima penikmat musik di seluruh Indonesia,” harapnya.
The Magic terbentuk pada 31 Desember 2007. Para personel The Magic, Gie (vokalis) C-Mon, Fahmi (bass), Lutfhi (drum) dan Aghi (guitar) merupakan pecahan dari beberapa band. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan produser Satu Suara Production, Achmad Subkhi.
“Dari situ kita kemudian membentuk The Magic, karena visi kita sama, warna musik yang kita sukai juga sama,” kata Achmad, pengusaha yang suka musik dan sudah lama ingin membentuk sebuah band. “Tapi di The Magic saya bukan sebagai pemain, hanya produser, dan melatih mereka bermain sulap,” sambung Achmad yang di setiap show The Magic juga ikut tampil memamerkan keahlian sulapnya. (asr)
Berita lainnya:







