Radja bakal rilis album baru. Album recycle. Namun, di luar kebiasaan, Radja melakukan recycle atas lagu daerah. Joint to Banjar itulah judul albumnya.
Dari judulnya, jelas, album ini memang recycle terhadap lagu-lagu daerah
Banjar. “Karena kita sangat peduli sama daerah, biar merasa dimiliki. Tapi dibikin trend,” kata Moldy memberi alasan.
“Di album yang ini gue pure mengangkat lagu-lagu daerah,” papar Moldy. Tiga lagu di antaranya sempat hits. “Seperti Ampar-Ampar Pisang, siapa yang tidak kenal lagu itu? Terus, lagu Saputangan Bapucuk Empat, di bikin versi Radja, biar anak anak yang tidak menyukai jadi seneng,” kata Moldy.
Moldy mengaku, materi lagu sudah 70%. Audio dan mixing sudah kelar. Klip sudah offline. Tinggal finishing. “Sebulan lagi akan rilis: Radja Joint to Banjar. Ini hadiah akhir tahun, karena Radja sudah berumur 8 tahun,” kata guitaris Radja tersebut.
Kepedulian cultural, merupakan salah satu alasan Radja merilis album ini. “Apa yang harus kita berikan pada bangsa ini, bisa mengangkat budaya ini, jangan sampai dimiliki oleh bangsa lain,” papar Moldy. Menurutnya, klaim bangsa lain atas budaya kita, bisa saja disebabkan karena kesalahan kita sendiri.
Sebagai putra Banjar, tentu tidaklah terlalu sulit untuk membawakan lagu-lagu tersebut. “Ian [Kasela] kan memang orang Banjar, jadi nggak sulit membawakan lagu itu. Jadi, Radja back to country atau balik ke daerah,” kata kakak Ian Kasela tersebut. Rencana ke depan? “Setelah lagu Banjar, mungkin akan mengangkat lagu dari Minang,” kata Moldy. (dh/BP)
Berita lainnya:







