Salju Band kembali merilis album baru. Kali ini band asal Palembang itu mengambil tajuk cukup unik dan sensasional – “Miyabi”. Asal kata Miyabi itu sendiri merupakan kependekan dari judul lagu “Musim Yang Bahagia”. Dus, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Miyabi bintang JAV.
“Biar nanti masyarakat yang menilainya”ujar Andy – penabuh drum Salju terkekeh.
Sebelumnya band yang diawaki oleh Herman (vokal), Rudy (gitar), Ady (bas), dan Andy (drum) telah mengeluarkan debut album bertajuk “Kasih” yang menuai hasil memuaskan pada 2008 lalu.
“Paling tidak mencapai angka lumayanlah”kata Herman tanpa menyebut angka RBT yang pasti. Tapi dengan kesediaan Universal mengandeng mereka kembali sudah menjadi patokan standar hasil yang Salju keruk.
Selain album baru , “Miyabi”, dapat dikatakan sebagai awal pertaruhan sesungguhnya nasib Salju ke depan. Sebab seperti sudah menjadi hukum alam industri musik pabila band sukses didebut lalu jeblok di album kedua, biasanya seterusnya bakal jadi terpuruk.
“Yah, walau kami tidak menargetkan pada angka tertentu, tentunya dengan pengalaman pertama kami yang lalu dapat menjadi pelajaran untuk lebih mengetahui seluk beluk produksi. Kami merasa lebih eksploratif dan berani”terang Herman – vokalis sekaligus otak musikalitas Salju.
“Dari album pertama menuju kedua sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok, hanya saja mungkin tema kami yang berubah, kalau dulu terasa lebih dark dengan tema – teman patah hati, untuk album yang sekarang ini kami ingin mengajak senang – senang. Dan kami tetap mengusung musik pop, kalau disebut macam apa biar masyarakat yang menilai”.
Di album “Miyabi” ini Salju menyuguhkan 10 lagu untuk para Kabut Salju – julukan fans Salju. Selain “Musim Yang Bahagia” sebagai single hit, masih ada beberapa lagu calom unggulan macam ‘Permaisuri”, “Aurell”, dan “Rindu”. Rencananya Februari ini mereka bakal mengeber promo album dibeberapa radio di Jawa dan Sumatera. “Mungkin Maret kami sudah mulai promo tur”kata Herman. (Bp/ood)
Berita lainnya:







