Thalassemia memang tak sepopuler HIV/AIDS. Namun pengidap penyakit ini tak kurang menderitanya. Bukan hanya pengobatan penyakit genetis kelainan darah ini sangat mahal, namun para penderitanya pun dibuntuti saat ajal. Lebih parah lagi, penyakit yang membutuhkan biaya sampai Rp 10.000.000,- per bulan ini diidap oleh 85% orang-orang kurang mampu.
“Saya harus berbuat untuk Thalassemia,” aku Charles Bonar Sirait seusai menjadi pemandu acara Buka Rahasia di sebuah stasiun TV. Tamu acara pada waktu itu adalah Hj. Watty Ruswandi. Ibu watty, yang juga pengurus Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia itu bercerita tentang bagaimana anaknya harus meregang nyawa di pangkuannya akibat penyakit tersebut.
Yang penting berbuat. Charles pun tak peduli, mau disebut relawan, ikon atau apa pun. “Biarlah dari Yayasan [Thalassemia Indonesia] yang menyebut,” papar host kondang tersebut ketika ditemui di Penang Village, Setiabudi Building, Jakarta (Sabtu,30/01/10).
Sebagai bentuk kepeduliannya, Charles pun memberikan seluruh hasil royalty penjualan buku karya pertamanya, The Power of Public Speaking (cetakan ke-4) ke yayasan Thalassemia. “Saya berharap penjualan buku ini meningkat,” kata Charles. Selebritis penyandang gelar Master Of Management ini pun berharap, artis-artis lain ikut tergerak. “Mudah-mudahan Tuhan menggerakkan hati mereka untuk membantu,” kata Charles. (dh)
Berita lainnya:







