Master Hipnotis Rommy Rafael membantah keras jika ada orang mengaku jadi korban kejahatan lantaran dihipnotis. Karena menurutnya, hipnotis tidak bisa dilakukan secara spontan kepada semua orang.
“Hipnotis tidak bisa digunakan untuk berbuat kejahatan. Karena orang yang tidak mau dihipnotis tidak akan mungkin bisa dihipnotis,” katanya baru-baru ini. “Orang yang sedang berdiri, ketika ditepuk punggungnya langsung terhipnotis, itu jelas tidak mungkin,” tambahnya.
Jika selama ini banyak korban kejahatan mengaku dihipnotis, bagi Rommy itu hanya alibi. “Korban mengaku dihipnotis saat keluar dari bank, atau ATM-nya dikuras karena pengaruh hipnotis. Semua itu kan hanya pengakuan mereka, tanpa ada saksi,” katanya.
Bisa saja, katanya lagi, mereka jadi korban perampokan, ditodong dan dipaksa menguras ATM. Lalu, karena tidak mengalami luka-luka, dan agar gampang dalam membuat laporan, para korban itu mengaku dihipnotis.
“Hipnotis itu ilmu untuk membantu orang dalam mengatasi berbagai masalah, bukan untuk kejahatan. Para psikiater juga menggunakan hipnotis untuk menolong pasiennya,” tegasnya.
Rommy sendiri menggunakan hipnotis untuk membantu orang-orang yang punya masalah dalam hidupnya. Misalnya, membantu orang yang ingin berhenti merokok, menghilangkan phobia atau rasa takut, menyembuhkan insomnia dan masalah lainnya.
Dalam buku keduanya yang berjudul Menghilangkan Phobia dengan Hipnoteraphy, Rommy membeberkan semua manfaat hipnotis tersebut, termasuk cara kerjanya.
“Orang yang dalam keadaan sadar dan tidak ingin dihipnotis, maka orang tersebut tidak akan pernah bisa dihipnotis,” tegasnya.
Karena itu, kata dia, lebih mudah menghipnotis orang dalam jumlah banyak tetapi mereka memang siap untuk dihipnotis, ketimbang menghipnotis satu orang tetapi orang itu tidak mau.(Asi)
Berita lainnya:







