Dapatkah seorang penari meraih kesuksesan yang besar ketika dirinya menceburkan diri kedunia musik?. Meskipun banyak yang meragukannya, di penghujung tahun 80an seorang Paula Abdul berhasil menjawab keraguan tersebut dengan kesuksesan besar yang di raihnya ketika merilis album berjudul “Forever Your Girl”. Memasuki penghujung tahun 90an hal yang sama juga di lakukan oleh seorang penari bernama Jennifer Lopez yang merilis lagu If You Had My Love dan berhasil membuat mata seluruh pecinta musik dunia tertuju kepadanya. Di blantika musik Indonesia pembuktian yang sama di lakukan oleh Anisa Nurul Shanty atau yang lebih di kenal dengan Nama Shanty ketika merilis album perdana di tahun 2001. Kehadiran para penari sebagai penyanyi di dunia musik membawa nuansa yang berbeda karena mereka tampil tidak hanya bernyanyi tapi juga sekaligus menari yang kemudian menjadi tren baru karena di ikuti pula oleh penyanyi – penyanyi lainnya.
Icon Pop Dance Indonesia
Untuk dapat menari di setiap penampilannya Shanty secara konsisten memasukan lagu – lagu yang berirama cepat atau Pop Dance di setiap album yang dirilisnya, hal ini menjadikan Shanty sebagai Icon Pop Dance Indonesia di tandai dengan keberhailannya meraih AMI Award untuk kategori “Best Artist Pop & Disco” pada tahun 2003. Dan kini memasuki tahun 2010 Shanty kembali memunculkan lagu – lagu Pop Dance pada album terbarunya yang bertitel “Bintang Utara” tidak tanggung – tanggung Shanty menyuguhkan tiga buah lagu Pop Dance dengan karakter yang berbeda – beda . “Penggoda Cinta” , lagu yang di diciptakan oleh Tompi yang juga sekaligus mejadi teman duet Shanty pada lagu ini hadir dengan karakter Pop Dance yang di warnai oleh sentuhan dangdut, eastern dan arabic membuat lagu ini menjadi lagu Pop Dance yang benar – benar berbeda dengan lagu – lagu pop dance lainnya yang pernah ada di blantika musik Indonesia . Hadir pula lagu Pop Dance dengan karakter klasik disco Ciptaan Regi Chasmala yang diaransemen oleh Andi Rianto berjudul “Lebih Baik Jangan”. Sementara lagu Pop Dance yang ketiga di suguhkan dengan corak yang sedikit nge’rock hasil racikan dari seorang Dj Sumantri di lanjutkan dengan sentuhan akhir aransemen dari Maia Estianti (co-arrange) yang di bantu juga oleh Deni Chasmala dalam pengerjaannya.
Bintang Utara
Album Shanty yang kelima bertajuk Bintang Utara sebagai gambaran dari pejalanan Shanty dalam menuju album tersebut. Layaknya pelayar di tengah lautan yang mendapatkan panduan dari bintang utara dalam melakukan perjalannnya, pun begitulah makna Album “Bintang Utara” ini bagi Shanty. Di tengah kebimbangan perjalanan kariernya di dunia musik Shanty meraih petunjuk berupa keyakinan untuk kembali membuat album yang kemudian di beri nama “Bintang Utara” ini.
Album “Bintang Utara “ yang di produseri oleh Tompi di buka oleh lagu Penggoda Cinta, yang hadir dengan beat dinamis di warnai sentuhan dangdut, eastern dan arabic. Lagu ini mengisahkan tentang usaha seorang manusia yang kembali jatuh cinta setelah dirinya memiliki pasangan, dan dia berusaha untuk menjaga kesetiaannya. Pada lagu berikutnya Shanty hadir dengan “Waktu Takkan Mampu”, lagu ini hadir dengan tempo yang medium low, beraransemenkan suara gitar yang begitu dominan dengan reffrain yang cathcy, benar – benar mampu menyihir pendengar untuk turut bersenandung ketika mendengarkan lagu ini. Selanjutnya muncul lagu berjudul “Tinju” yang hadir dengan beat medium up, mengisahkan tentang sosok perempuan yang kuat yang menghadapi penghianatan pasangannya dengan ketegaran dan tinju. Berikutnya berturut – turut hadir dua buah lagu balada yang tersajikan dengan lyric yang kuat serta aransement yang selaras dan harmonis berjudul “Sampai Matiku” dan “Aku Masih Mencintaimu”. Pada penghujung track album kembali Shanty menyuguhkan dua buah lagu dance masing – masing berjudul “Lebih Baik Jangan” yang mengisahkan tentang seseorang yang berusaha untuk tidak jatuh cinta lagi karena tidak ingin menyakiti, dan “Gila” satu buah lagu yang di buat oleh Dewi Sandra yang juga sekaligus menjadi teman duet Shanty pada lagu ini, mengisahkan tentang sosok wanita yang kembali jatuh cinta dan berusaha untuk memutuskan pacarnya agar bisa bersanding dengan cintanya yang baru”
Album “Bintang Utara” memberikan berbagai nuansa dan kisah yang berbeda – beda pada setiap lagunya sehingga tidak muncul kebosanan sama sekali ketika merunut lagu – lagu yang hadir pada album ini dari awal sampai dengan akhir. (Opa-Nis)







