Jakarta,
Film “Hantu Puncak Datang Bulan” terus menyisakan permasalahan setelah sempat di demo penayanganya. Kali ini soal urusan duit honor pemain yang belum dilunasi. Andi Soraya yang merasa dicurangi angkat bicara. Dia menuduh K2K sebagai produser film telah melanggar perjanjian.
Dalam perjanjian yang tertuang dalam surat kontrak, Andi menyebutkan K2K akan melunasi honornya sebagai pemain utama setelah premier film yang telah berlangsung pada 4 Februari lalu. Tapi pihak K2K mengatakan kewajiban akan dilunasi setelah film tayang serentak di bioskop.
Dan nyatanya sampai hari ini film itu belum edar setelah diterpa demo. Namun Andi tidak mau tahu. Edar atau tidak edar honornya harus dilunasi. Kalau tidak, ia akan membawa masalah ini ke jalur hukum.
“Sebelumnya saya sudah mencoba menghubungi mereka secara baik – baik tapi tidak ada jawaban yang pasti. Masak mereka pakai tenaga saya tidak mau bayar”ujarnya ketus.
Pihak K2K pun tak surut mundur. Bos K2K, KK Dheraj siap menghadapinya. “Kami punya surat perjanjiannya”tegasnya.
Sebenarnya, pada prinsipnya pihak K2K akan tetap melunasi honor Andi setelah film “Hantu Puncak Datang Bulan” tayang dengan judul baru “Dendam Pocong Mupeng”. “Dalam waktu dekat akan segera tayang”terang KK Dheraj menyakinkan. (Ood/Bp)







