BANDUNG, Selebonfire.com
Band-band indie memang selalu di tuntut kreatifitas dan originalitas di dalam berkarya. Selain itu, bergerak cepat dan tepat sasaran, akan sangat membantu sebuah karya lagu lebih cepat diserap pasar. “Aku tuh orangnya yang nggak bisa diam. Selalu mencari solusi agar band yang aku tangani ini berkembang,” ujar Ita FSK , produser dan pemilik label CV Artha Surya Prakosa yang membidani lahirnya Alt’z Band tersebut.
Dalam acara Grand Launching Album Kedua: ‘Setulus Hati’ by Alt’z Band, Sabtu, 26 Juni 2010. Jam 18:30 WIB. Score-Ciwalk, Bandung, nuansa optimisme menyelimuti ruangan yang penuh sesak di jejali para fans Alt’z band. Dalam acara yang di pandu oleh Moderator Buddy Ace tersebut, sengaja membuka forum dialog antara managemen Alt’z band dan para wartawan lokal(Bandung) dan Jakarta. Perbincangan semakin menarik saat menyinggung soal lahirnya label indie yang menaungi grup band yang di gawangi oleh Ryo(drumer) dan Yoga(vokal/gitar) ini.”Saya berani mengambil langkah seperti ini, karena saya telah menangani anak-anak Alt’z sejak beberapa tahun yang lalu. Saya rasa ini adalah saat yang tepat bagi kami untuk menunjukkan kepada dunia entertainment, bahwa label musik indie juga mampu menempatkan diri sebagai label yang bisa memberi kontribusi positif bagi perkembangan musik tanah air,” tegas Ita, dengan nada optimis.
”Pada album kedua kami ini, kami keliling Indonesia dulu seperti ke Irian Jaya, Lampung serta diwilayah Jakarta dan Bandung untuk memperkenalkan lagu-lagu terbaru kami, baru kemudian kami memproduksinya. Baru pada bulan Mei tahun ini kami merilisnya,”ungkap Ita yang juga turut menciptakan sejumlah lagu untul Alt’z Band.
Salah satu keunikan dari band indie yang satu ini adalah, mereka berani melakukakn daur ulang beberapa lagu yang pernah populer pada jamannya. Padahal, model lagu daur ulang biasanya hanya nberani dilakukakn oelh major label saja. Alt’z melakukan hal yang sama namun dengan alasan yang berbeda, “kami nggak bisa menampikkan diri untuk tidak memikirkan sisi bisnisnya juga. Strategi bisnis tetap menjadi ukuran nomer satu bagi setiap langkah yang kami ambil. Dan untuk lagu daur ulang, ‘Cemburu’(Deddy Stanzah), dan ‘Kasih’ (Richard Kyoto), lagu tersebut merupakan dedikasi dari anak-anak Altz band untuk para penyanyi dan pencipta musik dan lagu yang pernah mencapai puncak keemasan di jamannya” kata sang produser yang rendah hati ini.
Ketika di singgung soal yang tak lazim bila band indie hanya beranggotakan 2 orang saja, Ryo drummer yang sedang sekolah di SMAN 5 Bandung ini mengatakan, “untuk saat ini kami merasa nyaman kok dengan berdua saja, tapi nggak tahu ke depannya nanti. Soalnya pengalaman di album pertama nggak mau terulang lagi”. “Semua itu bukanlah masalah besar, para pemain additional kami sudah seperti keluarga besar Alt’z juga kok,” Yoga sang vokalis menambahkan.
Hampir di setiap live shownya, saat melantunkan lagu ‘Cemburu’ karya Alm. Deddy Stanzah itu, Alt’z Band kerap menggamit, Vega, putra sulugn Deddy Stanzah.“Itu bukti bahwa kami tak sekadar memanfaatkan popularitas lagu itu, tapi kami menghargai penciptanya hingga turunannya,” tukas Yoga, yang selalu nampak bergelora kala melantunkan lagu “Cemburu”.
Album ke 2 Altz di Produksi sendiri oleh Alt’z Management (CV. Artha Surya Prakosa). Dan adapun track list Album “Setulus Hati” sebagai berikut;:
1. Cicak + Buaya
2. Tanya
3. Jika Nanti
4. Kasih
5. It’s My NIte
6. Sampai Disini
7. DIbatas Rindu
8. Luka Hati
9. Aku Bicara
10. Kuberharap
11. Cemburu
(dhanie)







