JAKARTA,
Memasuki usia karir bermusik yang ke-27 tahun dengan 18 album rekaman ditambah sejumlah album live dan album sound track, akhirnya band Rock n Roll Slank, yang lahir 26 Desember 1983 itu, meraih penghargaan Record MURI (Museum Record Indonesia), sebagai band pertama yang meluncurkan album baru (album ke-18) melalui Handphone Nexian.
Dengan uang Rp 499 ribu , para penggemar Slank yang kini lazim disebut sebagai “Slankers Indonesia”, baru bisa mendengarkan lagu-lagu terbaru Slank dalam album ‘Jurustandur No.18’, denagn cara membeli HP Nexian tiper terbaru.
”Kalo elo pade ingin dengerin lagu-lagu terbaru Slank, lo kudu beli HP Nexian terbaru. Selain dengerin lagu-lagu Slank lo juga bisa chating denagn sesama Slanker yang punya HP Nexian,” tandas Kaka, ditengah reportoar Slank dalam ”Konser Jurus Tandur No.18” di Pantai carnival Ancol, 1 Juni 2010, bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila.
Lagu “Omdo” (Omong Doang) pun mengalun dalam irama Mars nan bersemangat. Lagu yang menurut Kaka, merupakan sikap Slank dalam mengajak anak muda Indonesia untuk melestarikan nilai-nilai murni dan luhur dari Pancasila.
“Jangan cuman omong doang, buktikan kalau nilai-nilai Pancasila dalam gaya hidup elo sehari-hari,” teriak Kaka.
Secara resmi, Penghargaan Record Muri sebagai band Indonesia pertama, yang meluncurkan album barunya melalui Handphone, diserahkan langsung oleh Jaya Suprana secara simbolis denagn memberikan sebuah sertifikat penghargaan.
Dalam konser yang berlangsung ditengah hujan lebat, tak menyurutkan semangat Slankers Indonesia untuk terus bertahan dan mengikuti setiap alunan lagu denagn suara lantang. Sebaliknya, mereka semakin bersemangat, apalagi Slank menyuguhkan sejumlah lagu-lagu terbaru, diantaranya ‘Jurustandur’ alias “Maju Terus Pantang Mundur”.
Sebuah lagu yang kembali menegaskan konsistensi serta sikap keberpihakan Slank terhadap anak muda di tanah air, untuk terus berjuang dan bekerja keras demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Maju terus pantang mundur…
Mana dadamu…
Ini Dadaku…
Inilah persepsi baru masyarakat tentang industri musik di Indonesia, bahwa sejatinya kekuatan sebuah karya musik tidak lagi berdiri sendiri, tak sekadar mengandalkan kekuatan lirik, tema dan teknis musikalitas, tapi lebih penting dari semuanya adalah dukungan kreatifitas industrinya.
Seperti Slank, menarik perhatian penggemarnya dengancara nan modern, meski relatif “mahal”. Jika ingin mendengar lagu-lagu terbaru Slank, penggemarnya harus membeli HP Nexian. Ada HP ada lagu. Ini sekaligus “mematikan” usaha para pembajak.(bac)







