Categorized | Musik, Terpanas

Powerslaves: Jangan Kau Mati

Posted on 25 July 2010

Jakarta, Selebonfire.com

Hampir enam tahun vakum, grup musik asal Semarang, Powerslaves kembali menggebrak panggung musik Indonesia. Sebuah single bertajuk Jangan Kau Mati pun diusung sebagai peleas rindu dengan penggemar lama dan baru.

“Kembalinya Powerslaves bukan karena kami tergoda melihat band-band baru yang meraih popularitas, tetapi sebagai bentuk kerinduan kami dalam bermusik,” kata Heidy, vokalis, ketika ditemui di Studio ARCI, Menteng.

Sejak melepas album kelima Gak Bisa Mati tahun 2004, personel Powerslaves memiliki kesibukan sendiri-sendiri. Heidy sendiri bekerja pada sebuah majalah anak-anak. “Suatu ketika muncul keinginan di hati saya untuk nge-band lagi. Ternyata keinginan itu menjadi doa,” akuinya. “Tiba-tiba Anwar dan Acho menghubungi saya. Dari situlah kemudian kami kembali nge-band dan menghidupkan Powerslaves,” tambahnya.

“Buat kami bisa kumpul lagi dan main musik sudah senang. Ketika akhirnya kami bergabung dengan irgo Ramayana Records untuk merilis album lagi, maka ini adalah rejeki,” timpal Anwar Fatahillah.

Setelah single Jangan Kau Mati diluncurkan, mereka pun bersiap melepas mini album berisi 4 lagu, perpaduan dari dua lagu lama dan dua lagu baru, yaitu My Girl, Jangan Kau Mati, Malam Ini dan Andai Kata.

Hampir semua lagu Powerslaves diangkat dari kisah nyata. “Lagu Jangan Kau Mati itu pengalaman sejati saya. Waktu itu, istri saya sakit keras. Saya sedih dan takut kehilangan dia. Dari situlah muncul ide Jangan Kau Mati,” papar Acho.”Ya, cinta sejati seorang lelaki terhadap istrinya,” timpal Anwar.

“Show juga sudah kami rancang. Agustus nanti kami akan show di beberapa kota di Jawa, seperti Yogya, Solo, Purwokerto dan Semarang. Setelah Lebaran, show kami lanjutkan di beberapa daerah,” jelas Acho.
Powersslaves kali pertama terbentuk tahun 1991 di Semarang, Jawa Tengah. Band yang mengusung musik rock ‘n roll dan blues ini, diawaki oleh Heidy (vokal), Kolem (gitar), Randy (gitar), Vidi (drum) dan Wiwik (keyboard). Lalu, personel berganti. Masuk Anwar Fatahillah (bass) dan Acho Jibrani (gitar).

Kini, Powerslaves bersisa tiga personel lama, yaitu Heidy, Anwar dan Acho. Namun, untuk kebutuhan rekaman dan manggung, mereka dibantu tiga additional player, yaitu  Virdy (drum) Robby (gitar) dan Franky (keyboard).
Meski telah lama vakum, namun penggemar mereka tetap setia. Bahkan, Powersslaves pun mempunyai penggemar-penggemar baru. “Terbukti ya, ketika kami manggung di Solo dan Yogya beberapa waktu lalu, penonton kami bukan hanya penggemar yang dulu, tetapi juga anak-anak remaja. Bahkan, yang membuat kami kaget, banyak remaja yang bisa menyanyikan lagu kami secara utuh,” papar Heidy.

Ternyata, tambahnya, para emaja itu tahu Powerslaves dan lagu-lagu Powerslaves dari orangtua mereka. “Ya, mereka tahu lagu kami dari orangtua dan om mereka. Itu yang membuat kami makin antusias untuk kembali ke dunia musik bersama Powerslaves,” jelas Anwar.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

Advertise Here

Dari Redaksi: Karena dia Poppy Gicella

TRIPLE double u dot selebonfire dot com hadir dengan tampilan baru. Pastinya lebih seru dan nge-jrenk 'cause harus menggambarkan dirinya sebagai pusat info tentang kaum selebriti, tidak peduli mereka berkecimpung di dunia musik, film or sinetron, model, fashion dan sebagainya. Continue Reading


Gallery

poppy2a poppy15a poppy12a poppy10a poppy11a poppy4a



Advertise Here