Jakarta, Selebonfire.com
Prestasi Tim News TPI selama beberapa tahun belakangan ini bisa di bilang cukup membanggakan. Sebagai bukti, tim ini berhasil menyabet beberapa penghargaan di bidang jurnalistik. Adapun beberapa penghargaan tersebut diantaranya adalah,
1. Apresiasi KPI untuk Televisi
a. 2006 : Kategori feature untuk program ‘Jendela’ dengan judul “Rawinala” sebagai Pemenang Pertama dan “Arang Ria Rio” sebagai Pemenang Kedua.
b. 2007: “Senandung Ribkah” dan “Mutiara Ramadhan” sebagai program Ramadhan Terbaik.
2. Perhimpunan Jurnalis Indonesia 2008
Program “Rakyat Bicara” sebagai program televisi yang memberikan pencerahan terhadap publik tentang demokrasi dan pemberantasan korupsi. Selain penghargaan di atas, TPI juga pernah mendapat penghargaan sebagai stasiun TV pelopor tayangan musik dangdut dari sebuah media hiburan dan dari Persatuan Wartawan Peliput Pertelevisian. Penghargaan tersebut diraih antara lain karena kiprah TPI yang rutin menggelar “Anugerah Dangdut”, sebuah ajang pemberian penghargaan bagi dunia musik dangdut di Indonesia yang sudah 4 kali diselenggarakan.
3. Penghargaan Democracy Video Challenge 2009
Diterima pada 18 Maret 2009 oleh Fikri Syaukani untuk cuplikan program news, penghargaan ke- 1 tingkat nasional dengan judul “Democracy Is Equal Right” dari Kedubes AS dan London School of PR.
4. Mochtar Lubis Award
Karya jurnalistik “Jual Beli Limbah Rumah Sakit” dan “Sekolahku Belum Merdeka” sebagai nominasi ajang penghargaan untuk karya investigasi televisi Mochtar Lubis Award yang diselenggarakan oleh LSPP (23 Juli 2009).
5. Anugerah Jurnalistik MH. Thamrin
Diselenggarakan oleh PWI Jaya. Penghargaan Tayangan Televisi Terbaik untuk karya jurnalistik Juara 1 “Tak Ada Halte Yang Tak Retak” dan Juara II “Sampahku Sampahmu Jua” hasil liputan reporter Fikry Syaukani dan cameraman Dedi Priyatna yang tayang dalam segmen khusus “Salah Kaprah” di program “Lintas 5” (18 Juni 2009).
6. Penghargaan Departemen Pekerjaan Umum
Lomba Karya Jurnalistik Kategori Televisi Bertema Mengembalikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) – 2009. Gelar Juara I diperoleh untuk judul “Perumahan di Bibir Sungai” yang disiarkan dalam program “Lintas 5” TPI dan Juara II diperoleh untuk judul “Jalan-Jalan Berbekal Peta Hijau” yang disiarkan dalam program “Lintas Pagi Akhir Pekan” (8 November 2009).
7. Finalis Karya Dokumenter Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009
“Tarian Merdeka Dari Bantar Gebang” yang ditayangkan pada program “Di Antara Kita” menjadi finalis dalam lomba Karya Dokumenter Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 yang digelar pada 3 Desember 2009.
8. Karya Jurnalistik IJTI – Exon Award 2009
Juara I Karya Jurnalistik “Getirnya Guru Bantu” yang ditayangkan pada program Jendela IJTI – Exon Award 2009 pada 8 Desember 2009.
9. Anugerah Jurnalistik Perburuhan AJI – ILO 2009
Juara I Anugerah Jurnalistik Perburuhan AJI – ILO 2009 untuk karya jurnalistik berjudul “PHK Tak Selalu Berujung Petaka” yang ditayangkan pada program “Lintas Siang” yang telah diumumkan pada 11 Desember 2009.
10. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Award
“Sang Lentera Hidup” yang ditayangkan pada program “Jendela” sebagai karya jurnalistik terbaik KPI Award kategori dokumenter yang menceritakan tentang perempuan-perempuan kuli gendong Pasar Beringharjo – Yogyakarta. Penghargaan diberikan langsung oleh Wapres Boediono pada 14 Desember 2009.
11. Festival Film Indonesia 2009
Karya jurnalistik “Beruk Penopang Periuk” yang ditayangkan pada program dokumenter “Jendela” menjadi nominasi Festival Film Indonesia 2009 yang diumumkan pada 16 Desember 2009.
12. Institut Muhammad Hoesni Thamrin – PWI Jaya 2010 (15 Juli 2010)
Juara Pertama Tayangan Televisi Terbaik 2009/2010. Diraih tayangan “Ragam Upaya Atasi Kemacetan Ibukota”, Program ‘Lintas 5’, tayang 22 Juni 2009 (Reporter Ronny Alamsyah, Cameraman Rianto Indra, Hanny Choiry dan Dedi Priatna).
Liputan ini menyoroti tentang lalu lintas di Jakarta yang setiap hari selalu macet dan semrawut. Upaya untuk meningkatkan kualitas angkutan umum, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi pemakaian mobil pribadi, sampai saat ini juga tidak membuahkan hasil yang menggembirakan. Fasilitas busway, bus kota, kereta api listrik, masih jauh dari memuaskan. Karena itu diperlukan langkah besar untuk menjadikan angkutan umum di Jakarta lebih nyaman.
13. Mochtar Lubis Award 2010 (22 Juli 2010)
Penghargaan diberikan kepada liputan “Seafood Berpewarna dari Teluk Jakarta”, dengan reporter Veronika Harfy dan cameraman Abdul Rozak. Penghargaan ini diberikan dalam kategori Liputan Mendalam Televisi.
Liputan ini menggambarkan kualitas pengolahan hasil laut di Jakarta. Hasil laut yang berlimpah ternyata diolah dengan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Kerang dan Rebon, adalah makanan lezat yang banyak disukai oleh masyarakat. Nilai gizi yang tinggi dan harga yang terjangkau menjadikan makanan ini primadona. Namun, anggapan itu tercoreng oleh ulah sejumlah pedagang nakal. Demi mempertebal kocek, mereka memanfaatkan zat berbahaya seperti pengawet dan pewarna agar tahan lama dan tampilannya menarik. Tak ayal, penyakit pun mengancam bila mengkonsumsi panganan ini.
14. Apresiasi Jurnalis Jakarta (AJJ 2010)
TPI meraih penghargaan sebagai karya investigasi terbaik dalam Apresiasi Jurnalis Jakarta atau AJJ 2010, yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Penghargaan ini diraih lewat liputan Reporter Ade Nurul Fuad dan Cameraman Octora Anggon.
Karya investigasi “Jajanan Digigit, Penyakit Berjangkit” mengungkap akal-akalan para pedagang jajanan yang menggunakan berbagai zat berbahaya di dalam makanan yang dijajakan, sehingga membahayakan kesehatan pembelinya.
Apresiasi Jurnalis Jakarta 2010 diikuti oleh 68 karya jurnalistik, dari media televisi, cetak, foto dan on line. (BP)
Berita lainnya:







